Kegiatan Suster / BETAPA BERHARGANYA WAKTU DI SAAT-SAAT ITU ..........................
11 Agustus 2017

BETAPA BERHARGANYA WAKTU DI SAAT-SAAT ITU…

Waktu itu bagaikan majikan yang paling berkuasa, saya lebih membiarkannya berlalu. Kita akan belajar banyak dari padanya…kutipan surat Santa Julia  Billiart 29 jJli.

Kutipan Surat santa Yulia ini kembali membawa permenungan rasa syukur saya akan waktu-waktu yang mewajibkan saya, untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Hal itu karena waktu yang  ditetapkan oleh pihak Universitas Pekalongan untuk dapat diwisuda tahun ini maksimal pada tanggal 4 Agustus 2017 sudah mendaftar wisuda, jadi otomatis sudah menyelesaikan persyaratan yang telah ditetapkan yaitu sudah lulus ujian skripsi dan ujian komprehensif. Hal ini tentu saja buat mules dan diare setiap mahasiswa dalam proses menjalanikannya, begitu pula saya merasakan hal yang sama disaat hari-hari menjelang ujian kedua hal tersebut…

Berikut saya sharingkan sedikit pengalaman saya dalam proses skripsi dan tugas perkuliahan saya…

Saya mulai masuk kuliah pada tanggal 19 Agustus 2013 di Universitas Pekalongan, yang mana mayoritas mahasiswa/i beragama muslim dan saya adalah salah satu mahasiswa yang beragama katolik di kelas.  Waktu itu saya masuk kelas regular sore yang waktu belajarnya setiap hari senin sampai jumat, mulai pukul 16.00 sampai 21.00. Tiap kelas perkuliahan yang saya ikuti sangat menyenangkan, mestipun kami berbeda keyakinan dan usia, Karena saya yang paling tua dikelas dan teman-teman menyapa saya dengan  memanggil “mbak suster.

Saya selalu ingat pesan dari Sr. Maria Agusta, SND saat saya baru mulai kuliah bahwa ”mengikuti Tuhan Yesus itu harus berani beda.” Kalimat itu selalu memotivasi saya untuk  merasa nyaman belajar bersama teman-teman, dimana hanya saya dan ada 1 teman juga yang beragama Kristen, yang lainnya muslim semua. Dalam setiap proses belajar mengajar maupun segala tugas yang ada saya ikuti dengan baik, dengan membawa semangat dan misi SND. Sikap Para Dosen dan segala civitas Unikal juga begitu baik kepada saya tanpa memandang saya berbeda dengan mereka.

Kegiatan yang menarik ketika mulai masa KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada bulan Januari 2017. Saya ditempatkan di desa Karangdowo Kecamatan Kedungwuni Pekalongan, disini saya belajar tentang kebersamaan dalam praktek, setiap kelompok merupakan gabungan dari berbagai fakultas dan kami berbaur bersama warga sekitar  yang menjadi tempat praktek kami. Dari situ saya menimba makna kehidupan bermasyarakat, melalui program yang telah direncanakan.  Dati teman-teman kesehatan - belajar tentang hidup sehat yaitu posyandu, bersama teman-teman pertanian – belajar tentang cara bercocok tanam dengan baik dan benar sehingga tidak merusak lingkungan sekitar, bersama teman-teman Pendidikan - belajar untuk mengajar bimbingan belajar, begitu pula bersama teman-teman dari perikanan - belajar tentang menyemai benih lele dan tak ketinggalan bersama teman-teman dari ekonomi - belajar tentang ekonomi produktif dan memanfaatkan bahan bekas, kebetulan di tempat tersebut kabanyakan warganya bekerja  konveksi.

Bulan oktober 2016 saya mulai mengajukan judul skripsi saya kepada Dosen yang di pertimbangakan oleh Dekan. Waktu Itu saya mengajukan judul “Pengaruh Sistem Pengendalian Internal terhadap piutang asuransi BPJS di RSBR”  akan tetapi dosen pembimbing meminta saya untuk mengajukan 3 judul lain,  dimana saya mengajukan 2 judul dengan data sekunder dan 1 dengan data primer, setelah bimbingan dengan dosen pembimbing,  disetujui  judul yang menggunakan data primer yaitu “Sistem Pengendalian Internal Dan Sistem Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Keuangan Karyawan RSBR“ sumber pustaka dan jurnal pembandingpun telah saya siapkan.  Maka sayapun mulai menyusun proposal, bimbinganpun terkadang lancar namun ada juga gangguan, sebab saya masih harus menyelesaikan mata kuliah semester 7 dan mengikuti program KKN.

Setelah semester 7 dan program KKN selesai, saya mulai bisa fokus untuk menyelesaikan skripsi.  Pada bulan Maret 2017 saya maju ujian proposal, saya sedikit grogi waktu itu, tapi saya hasil lolos ujian proposal, dosen penguji hanya menyarankan untuk menganti variabel Y dengan yang lebih umum.  Kemudian saya kembali bertemu dengan pembimbing ssetelah variabel Y  saya ubah, sehingga judul skripsi menjadi “Pengaruh Sistem pengendalian Internal, Sistem Akuntansi Manajen Terhadap Kinerja Keuangan di Rumah Sakit Umum Budi Rahayu.”

Setelah itu saya mulai menyebarkan kuesioner di RSBR, lalu saya olah dengan progam SPSS atau Sistem untuk program statistic untuk menentukan data yang diperoleh itu valid atau tidak. Saya mengalami kesulitan dalam mengolah SPSS itu , hal ini berlangsung sekitar 2 bulan, akhirnya akhir bisa terselesaikan dengan bantuan dari beberapa teman yang lebih memahaminya. Akhirnya pada pertengahan Juli skripsi saya disetujui dosen untuk mengikuti ujian sidang dan pada tanggal 22 Juli saya maju sidang skripsi dengan hasil nilai ditangguhkan karena salah satu kuesioner untuk variabel pembanding tidak membahas tentang kinerja keuangan tetepi manfaat laporan keuangan, tetapi akhir lolos dengan revisi. Sayapun berjuang untuk menyelesaikan revisi tersebut dan kembali mengolah data dengan SPSS dimana waktu itu saya ragu apakah mampu atau tidak dalam menyelesaikannya.  Karena butuh waktu lama untuk mengolah data SPSS tetapi syukur kepada Tuhan, saya diberi kelonggaran waktu dari RSBR dan Sr Maria Agata, SND. Hal ini sangat membantu saya Karena bisa total dalam menyelesaikan revisi itu. Setelah mepet dosen terus, akhirnya revisipun disetujui lalu saya langsung daftar ujian komprehensif pada tanggal 31 Juli.  Pada tanggal 3 Agustus 2017, saya boleh mengikuti ujian komprehensif. Saya agak tegang dan down setelah mendengar kabar bahwa dalam ujian komprehensif pada tanggal 1 dimana dari  12 mahasiswa yang ikut ujian hanya 2 yang lolos. Namun saya tidak menyerah dan tetap berjuang Bersama 27 peserta yang lain. Waktu itu lebih 20 peserta lolos. Hari berikutnya mulai  mengikuti pemberkasan.  Semua hal itu berkat dukungan dari para Suster, Orang Tua, Romo, Para Dosen, Teman-teman dan sahabat lainnya. Terima kasih …

Sr. Maria Herlina SND

 

SHARE THIS ON:
COMMENT