Kegiatan Suster / MENGALAMI KASIH SANG ILAHI
18 Agustus 2017

Pada tanggal 14 Agustus 2017 pagi,  dalam perayaan Ekaristi pkl 5.30, dihadapan pastor Bimo dan umat paroki Paulus Miki Salatiga, Sr. M. Olivia membaharui kaul-kaulnya. Dengan pembaharuan kaul ini suster memasuki yunior tahun ke 4. Kita doakan semoga Sr. M. Olivia selalu setia dan bahagia dalam menanggapi panggilan Tuhan sebagai seorang SND, dan gembira dalam Tugas pelayanannya. 

Sebelum membaharui kaul suster retret selama 8 hari penuh dengan dibimbing oleh Sr Maria Virgo SND, tentu banyak sekali pengalaman berharga yang suster alami selama 8 hari berdiam diri bersama dengan Tuhan. Setelah membaharui kaul di Gereja suster melakukan penandatangan dokumen dilakukan di biara. Karena penutupan retret baru siang sedangkan pembaharuan kaulnya dilakukan di pagi hari, maka suster masih mempunyai waktu untuk menuliskan pengalamannya berdiam diri bersama Tuhan. Berikut ini sharing pengalaman iman Sr. Maria Olivia, SND.

MENGALAMI KASIH SANG ILAHI

Tiada nada, tiada suara

Mampu mengungkapkan rasa bahagia tak terkira

Tiada sungai, tiada Samudra

Mampu tandingi agung cintaMu lembut hatiMu ubah hidupku

            hadirMu dalam lubuk hatiku,

            tuk mencintaiku dengan segenap kasihMu

            ku bahagia slalu bersamaMu Yesus

            Karena aku Kau cinta

 

“Bersyukur” adalah ungkapan hati yang bisa diungkapkan dari lubuk hati saya yang paling dalam. Betapa saya mensyukuri rahmat dan kehangatan kasih Tuhan yang mengalir memasuki relung-relung kehidupanku dengan berbagai dinamika hidup yang saya alami, seperti ungkapan syair lagu di atas yang menjadi inspirasi dimana saya boleh merasakan “Betapa Baiknya Tuhan Yang Mahabaik” dalam setiap perjuangan hidup mensetiai panggilan suci ini.

Kehadiran-Nya memberikan segala cinta-Nya sehingga saya bersama dengan Dia dimampukan melewati tantangan, pengalaman pahit dan manis, suka dan duka, rintangan dan semua peristiwa dengan penuh syukur.

Ibarat sebuah “biduk” di tengah lautan lepas yang mempunyai harapan menuju ke tepian, menuju ke pantai menyambut Sang terang. Itulah ibaratnya saya. Perjuangan, cita-cita dan harapan yang besar untuk bisa melewati arus dan gelombang yang menantang dengan berbagai persoalan tetapi cinta Tuhan, rahmat Tuhan selalu meyakinkan saya, selalu memberikan harapan, bahwa bersama dengan Sang Pendayung Ilahi melewati arus menuju tepian.

Itulah kenyataan hidup yang harus saya lewati, bagaimana saya menjadi pribadi yang bebas, pribadi yang gembira, sederhana dan memiliki hati untuk siap melayani karena Tuhan sungguh menyertai saya. Saya diajak untuk selalu datang kepada-Nya dalam situasi apapun, sebab di dalam Dia saya mendapatkan rahmat yang cukup, saya diberi kekuatan, kelegaan untuk hadir membagikan cintaNya lewat karya pelayanan, perjumpaan dan sapaan pada sesama (Mat 11:28-30)

Dan lewat pengalaman itu saya semakin dimampukan untuk bersyukur, hadir dihadapan-Nya membawa diri sebagai persembahan dengan membaharui kaul sebagai suster SND sehingga dengan semuanya itu saya mampu mengatakan dan merasakan “Betapa Baiknya Tuhan Yang Mahabaik”

 

Soli Deo,

Sr. Maria Olivia, SND

SHARE THIS ON:
COMMENT