News / Lain-lain
17 Oktober 2016

Sharing pengalaman Sr Maria Bernarda SND dalam mengikuti IYD ke 2 di Manado

Persiapan dan perjuangan saya menuju IYD

Berawal dari tawaran dari Pastor Paroki St.Yosef Manamas yang menawarkan Saya untuk mengikuti IYD yang akan diadakan di Manado bln Oktober 2016. Kebetulan saya juga pendamping OMK di Paroki St.Yosef Manamas.  Tawaran ini disampaikan pada bulan Juni 2016. Saya menyampaikan pada Rm, pada dasarnya saya tidak keberatan, tapi harus seizin pimpinan kami. Akhirnya Romo berhasil mendapat jawaban dari Sr Provinsial via telepon, dan saya diperbolehkan mengikiri kegiatan IYD ini. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena boleh mengikuti kegiatan ini. Terimakasih kepada Provinsial saya Sr.M.Robertin SND, Pastor Paroki ST.Yosef Manamas  Rm.Leonardus Nahas Pr dan Moderator OMK St Yosef Manamas Rm.Martinus Nahak Pr.

Persiapan secara pribadi saya sudah siap. Perjuangan dan kesulitan yang kami / alami adalah :

  1. Kurangnya komunikasi  karena kami tidak ada jaringan di Manamas
  2. Setelah mengikuti pertemuan pertama tanggal 20 Agustus 2016 di Katedral Atambua, saya  kaget, karena biarawati yang ikut hanya saya sendiri dan saya yang paling tua. Saya sempat menyampaikan kepada Rm Yoris Giri Pr, saya mengundurkan diri saja, tapi Rm.Yoris memberi masukan , kami sangat senang karena Suster bisa ikut. 
  3. Di Dekenat Mena, tidak ada yang mengkoordinir peserta yg ikut ke IYD Manado ini. Pertemuan tidak berjalan. Di Dekenat tidak ada pertemuan.
  4. Hendaknya Komisi Kepemudaan Keuskupan juga ada komunikasi dengan Koordinator OMK di Dekenat sehubungan dengan kegiatan ini agar ada kegiatan atau pembinaan yang mengarah pada acara IYD ini.
  5. Kami dari Paroki St.Yosef Manamas belum melatih Theme Song, IYD, Lagu Jingle dan Theme Song KAYD, Yel-yel, semboyan dan motto OMK, lagu Christ You are life dan Vos Amici Mes Estis.
  6. Masih berusaaha untuk mengadakan barang-barang untuk pameran di IYD Manado seperti selendang atau kain motif Timor.

Kesan dan pengalaman saya selama IYD 2016
Tanggal 29 September 2016, saya sudah berangkat dari Benus menuju Kefamenanu untuk selanjutnya bergabung bersama rombongan dari Atambua menuju Kupang, tepatnya Hotel Cendana. Jumlah peserta dari keuskupan Atambua ada 64 orang, terdiri dari:
5 Imam, 1 Suster , 4 pendamping awam dan 54 OMK dari 4 Dekenat yang ada di Keuskupan Atambua. Perjalanan kami berjalan dengan lancar sampai bandara Samratulangi Manado. Kami disambut dengan sangat ramah dengan kulintang, alat musik tradisional Manado. Penyambutan ini cukup rame karena setiap kontingen yang datang dengan yel-yel yang khas daerah masing-masing. ini telah membuat saya terharu, bangga dan sangat bahagia karena mempunyai OMK yang begitu hebat dan luar biasa.

Perjalanan selanjutnya, panitia mengantar kami ke Paroki St.Rosa da Lima Tondano. Kami disambut dengan sangat meriah dengan menyalakan lilin di seputar paroki. Benar-benar kami mengalami sukacita yang sebenarnya. Kami  merasa ”at home“ tidak asing diantara orang Manado, kami merasa satu keluarga dengan Slogan “Mudah Akrab susah Berpisah“. Memang benar-benar Sukacita Injili. Yel-yel OMK : Torang Samua......................

Jam 02.15 dini hari kami bergerak dari paroki menuju Stasi Kombi tempat saya Live in. Stasi ini tidak terlalu jauh dari pusat paroki. Dapat dijangkau 30 menit dengan kendaraan. Jumlah umat yang terdaftar lumayan 43 kk, tapi yang aktif 12 kk, dan itu pun kk janda, duda dan Lansia. Mayoritas penduduk Kecamatan Kombi adalah petani cengkeh. Agama yang dianut mayortitas kristen Protestan dari berbagai denominasi. Sedangkan yang beragama Katolik hanya 0. 9 %  saja, dan semuanya pindahan dari deniminasi Kristen Protestan yang ada di Minahasa, terutama Gereja Masehi Injil Minahasa ( GMIM ).
Kehidupan ekonomi masyarakat Kombi cukup sejahtera dengan harga cengkeh Rp. 90.000 s/d Rp. 95.000/kg. Hal ini dapat kita lihat dari sandang , pangan dan papan mereka. Keramahan dan senang untuk menjamu tahu adalah ciri khas orang Minahasa, hal ini sangat saya rasakan, ketika bertamu, berkunjung ke rumah tetangga yang berdekatan dengan rumah tempat kami live in. 

 


Kesan lain selama acara puncak di Amphitheater Lotta.
Merasa sangat bersyukur boleh menghadiri dan mengikuti even akbar tingkat Nasional seperti ini. Merasa sangat bangga, kagum, heran melihat kehadiran OMK seantero Nusantara kurang lebih 3.000 orang. OMK memiliki kemampuan yang luar biasa untuk perubahan yang lebih baik. Mereka sanggup dan mampu menjadi agen-agen perubahan moral Katolik masa kini. OMK bukan hanya masa depan gereja, tapi OMK masa kini geraja. Moment IYD seperti ini membangkitkan semangat, membakat semangat patriotik orang muda untuk lebih gigih membangun gereja dan bangsa dengan semangat Injil. Mereka adalah Injil yang hidup di tengah masyarakat yang majemuk di seluruh Nusantara.

OMK ada kekuatan gereja yang luar biasa besar dan kuat. Tinggal bagaimana gereja mendampingi, membimbing, mengelola, mengapresiasi orang muda ini dengan trik dan cara orang muda Katolik yang handal dan mumpuni. Ini tanggung jawab kita sebagai gereja. Orang muda kita ini sanggup menjadi: narator, pebisnis, Katekis, Imam biarawan/wati, moralis, jurnalis, artis, jaksa, hakim, Polisi, tentara, MC, koki, anggota dewan bahkan menjadi santo dan santa yang turun ke jalanan  untuk berbuat belas kasih.
Nilai-nilai lain yang saya dapatkan dan belajar dari orang muda adalah kepekaan, keramahan dan kegembiraan. Hidup kita sebagai OMK bukan bergerak serba “ menanjak” yakni ambisi untuk berkuasa, populer, mengubah segala-galanya, melainkan serba “ menurun “ yakni menjadi orang yang siap melayani di jalan belas kasih dengan sukacita.
Maka IYD 2 di Manado bagi saya menjadi ajang perjumpaan bagaikan peristiwa pencedokan air menjadi Aggur pada Perkawinan di Kana.. Pengalaman baru, keluarga baru, teman baru, tempat baru. Semua pengalaman dimasukkan ke dalam tempayan untuk dicedok agar menjadi anggur baru, lebih bermakna dalam hidup agar menjadi Sukacita Injil. Orang Muda Katolik ANGGUR MURNI, Orang Muda Katolik  INJIL YANG HIDUP. 

Benus, 12 Oktober 2016 

Sr.M.Bernarda SND

Secara lengkap kegiatan selama IYD adalah sebagai berikut :

INDONESIAN YOUTH DAY


Manando, 01-06 Okrober 2016.
 

Orang Muda Katolik:


“Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk”

IYD atau Indonesian Youth Day adalah Hari Orang Muda Katolik Se-Indonesia yang merupakan perjumpaan OMK se-Indonesia. Kegiatan ini telah dilaksanakan untuk yang keduakalinya. Yang pertama diadakan di Sanggau Kalimanan Barat  20-26 Oktober 2012.     Di tingkat dunia perjumpaan OMK dilaksanakan dalam bentuk World Youth Day yang digagas oleh Paus Yohanes Paulus II, pertama kali diadakan di Roma Itali 1984. Ditingkat Regionak dilaksanakan Asian Youth Day pertama kali diselenggarakan di Thailand pada tahun 1999.
Dekrit Konsili Vatikan II tentang Kerasulan Awam Apostolicam Actuositatem artikel 12 memandang orang muda sebagai kekuatan yang amat penting dalam masyarakat. Kaum muda adalah garda depan dan agen perubahan masyarakat. Gereja sadar bahwa tantangan zaman ini langsung bersentuhan dengan mentalitas OMK itu sendiri, yang dapat mengancam eksistensi dan misi OMK di dunia. Oleh karena itu sungguh tepatlah nasihat Paus Benediktus XVI: “ Teman-teman yang terkasih, jadilah orang yang hati-hati dan bijaksana, bangunlah kehidupanmu di atas fondasi yang kokoh yang adalah Yesus Kristus. Kebijaksanaan dan kehati-hatian akan membimbing langkahmu, tidak akan membuatmu takut dan damai akan memerintah di hatimu. Maka kamu akan terberkati dan berbahagia dan kebahagiaanmu akan mmengaruhi orang lain. Mereka akan penasaran apa rahasia kehidupanmu dan mereka akan menemukan bahwa batu karang yang menopang keseluruhan bangunan dan diatasnya terletak keseluruhan keberadaanmu yang adalah pribadi Kristus, temanmu, saudara dan Tuhanmu, Putra Allah yang berinkarnasi yang memberi makna bagi seluruh alam semesta.”


Salah satu wujud perjumpaan ini adalah melelui kegiatan Indonesian Youth Day, yang menghimpun sebanyak mungkin OMK dari seluruh penjuru Nusantara, untuk berjumpa , memberi kesaksian dan saling meneguhkan. Adapun kegiatan Indonesian Youth Day 2016 kali ini dilaksanakan di pulau Sulawesi, tepatnya di Keuskupan Manado, Sulawesi Utara. Inilah pertemuan kedua Indonesian Youth Day.

Adapun pihak yang mengampu proses penyelenggaraan IYD 2 2016 adalah Komisi Kepemudaan Konfrensi Wali Gereja Indonesia, yang diketuai oleh seorang Uskup yang dipilih dalam sidang Sinodal KWI.


KEGIATAN-KEGIATAN.
1. Acara Umum

Pada acara ini para kami mengalami proses perjumpaan dan penholahan pribadi pun bersama selama kegiatan IYD 2016 melalui tahap tinggal bersama ( live in ) dan tahap perayaan, dengan tujuan :

  1. Menjadi sarana perjumpaan OMK Indonesia  untuk merefleksikan dan mensharingkan pengalaman iman secara sukacita.
  2. Menjadi saarana Perjumpaan bagi OMK Indonesia untuk mendapatkan pengalaman, pengajaran dan peneguhan Iman.
  3. Menjadi sarana perjumpaan untuk membekali dan mendorong OMK menjadi pewarta yang penuh Sukacita dalam masyarakat yang mejemuk.
  4. Menjadi sarana bagi OMK Indonesia untuk memotifasi, menginspirasi, membangun semangat toleransi, mempersiapkan OMK untuk semakin memperluas pewartaan dan kesaksian iman.


2. Acara Live in  ( 01 – 03 Oktober 2016 )

Setiap Keuskupan mendapat 1 atau 2 Paroki tempat Live In menurut jumlah pererta dari Keuskupan tersebut. Keuskupan Atambua mendapat tempat Live in di Paroki St.Ros da Lima Tondano. Para peserta dibagi di Wilayah Rohani ( Lingkungan/ Kring ) dan Stasi yang ada di Paroki St.Rosa da Lima Tondano. Saya bersama 4 teman OMK lainnya mendapat tempat di Stasi Kombi , kira-kira 30 menit naik kendaraan dari pusat paroki. Jumlah umatnya cukup 43 kk, tapi yang aktif 12 kk. Yang lain tinggal di luar stasi. Di Manado, Tomohon dan Tondano. Yang lainnya kk lansia, janda dan duda. OMK hampir tidak ada. Semua ke kota untuk kuliah dan kerja, Cuma 2 orang OMK yang ada di stasi Kombi, 1 masih kelas 11 dan yang 1 baru tamat STM.

Kegiatan yang kami laksanakan selama Live in:

  1. Ibadat Sada pada hari Minggu
  2. Rosario
  3.  Sharing Kitab Suci
  4.  Rekreasi bersama umat.


3. Perayaan IYD.

Perayaan IYD berpusat di Lotta. Dari Tempat Live in kami peserta IYD menuju Lapangan Koni sebagai tempat pemberangkatan defile semua kontingen IYD untuk berarak menuju stadion Klabat. Diawali dengan Defile: Pelepasan Kontingen Keuskupan masing-masing, penyambutan Kontingen, penyambutab 37 salib Keuskupan dan pemancangan salib, diiringi lagu “ Kita harus bangga” , Theme Song IYD dengan iringan marching band dan lagu Indonesia Raya. Kemudian kegiatan dibuka dengan Misa Pembukaan sekaligus pembukaan resmi IYD 2016. Setelah perayaan selesai peserta diantar menuju tempat penginapan masing-masing. Kontingen Keuskupan atambua mendapat tempat di  Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng. Sedangkan perayaan kebersamaan berpusat di Amphitheater Emmanuel Youth Centre di Lotta Kab. Minahasa Sulawesi Utara. Perayaan kebersamaan diisi dengan berbagai sesi dan pertemuan untuk refleksi IYD 2016 OMK Sukacita Injil di tengah masyarakat Indonrsia yang majemuk. Thema ini didalami selama perayaan melalui berbahai sub tema untuk menggali lebih dalam apa makna menjadi Orang Muda Katolik di bumi persada Indonesia. Sesi Katekese dan Kesaksian digali dari berbagai sudut pandang. Lewat perayaan kebersamaan ini OMK diajak berefleksi atas pengalaman dan memperkaya iman sebagai orang muda yang tinggal dalam kemajemukan.

Adapun kegiatan yang kami laksanakan selama di Tribun Lotta:

*    Ngopi ( Ngobrol pintar)  dengan Tema : 

  •  Aku bangga menjadi Katolik.
  •  Moralitas hidup sebagai orang katolik
  •  Media sosial, OMK dan spiritualitas Katolik
  •  OMK berkembang lewat Bisnis
  •  Laut menyatukan bangsa, OMK berperan
  •  OMK membela kaum marginal.
  •  OMK menjadi garam dan gterang di pemerintahan.
  •  OMK berjuang untuk HAM di bidang Ekonomi Sosiai, khususnya kesetaraan Gender.
  •  OMK mekawan narkoba.
  •  OMK berdoalog dengan Agama/ kepercayaan lain.
  •  OMK dan Evangeli Gaudium ( Sukacita Injil)
  •  OMK dan hidup Religius / Panggilan dan keluarga.
  •  OMK dan Katekese. Yang muda yang Katekis.
  •  OMK dan hidup suci. Santp-santa yang turun ke jalan-jalan.
  •  OMK menghadapi era Globalisasi / MEA.

*    Kunjungan ke Stand pameran Keuskupan

*    Jalan Salib: Buah-buah Sukacita dari Pohon Salib.

*    Sharing dari pererta IYD : Panggilan mengalamibelas kasih Allah dan Indahnya menjadi tanda belas kasih Allah.

*    Makan “ Tapa”.

*    Ibadat Tobat, Pentahtaan Sakramen Mahakudus, Penerimaan Sakramen Tobat ( di dalam Venue Utama) Taize dan ditutup dengan Sakramen Mahakudus.

*    Misa Penutupan IYD 2

  • Panggung gembira
  •  Theme Song
  •  Pembacaan Ikrar IYD 2016 
  •  Sambutan-sambutan
  •  Penyerahan Cinderamata
  •  Penyerahan Salib IYD oleh OMK kepada Ketua Komkep : Mgr Pius Riana Prapdi PR Uskup Ketapang.
  • Pentas seni perwakilan regio-regio Gereja Katolik Indonesia.
  • Sayonara..........
     
SHARE THIS ON:
COMMENT
</