News / Kegiatan Provinsi
21 September 2017

RIWAYAT HIDUP SR MIRYAM SND

Pada 24 Agsustus 1946  : Lahirlah seorang puteri dari pasangan J.Praptohandojo dan Roekimah  di Salatiga yang diberi nama Aloysia Sri Sulastri , sebagai anak kelima  dari enam  bersaudara.

05 April 1947 : Sri Sulastri  dipermandikan di Saltatiga  dan diberi nama Aloysia.

29 Agsustus 1954 : Sri Sulastri  menerima sakramen krisma di Salatiga .

05 November 1976 : Panggilan Tuhan menyentuh hati Sri Sulastri dan memantapkan hasratnya masuk biara Kongregasi SND di Pekalongan.

20 Desember 1977 : Sri Sulastri  diperkenankan menerima busana biara sebagai Suster SND  dan menerima nama biara: Suster Miryam.

12 Desember 1979 : Sr. Miryam diperkenankan mengikrarkan kaul pertama. Memasuki masa yunioratnya, dengan tugas pertama yang diterimanya Admistrasi RSU Budi Rahayu .

13 Mei  1987 : Sr. Miryam mengikrarkan kaul kekal sebagai SND.

12 Desember  2004 : Suster merayakan pesta 25  tahun serah setia.

Di dalam kehidupan sehari-hari Sr.Miryam seorang yang  tekun, disiplin, gembira dan taat.   Ibu Maria  yang menjadi model, penopang hidup serta teladan hidup Suster  selalu menjiwai dan memberinya inspirasi  yang terwujud didalam  karya-karya perutusannya.  Suster selalu berusaha  menyenangkan para suster di Komunitas dan ia suka menolong orang-orang kecil. Sore hari sebelum meninggal  Sr.Miryam telah merencanakan  menghadiri Misa peringatan  2 tahun meninggalnya  Bapak Sumardi, tetapi batal karena merasa  tidak enak badan.

 Kamis, 21   September  2017 : Tepatnya pada pukul 18.00  Suster  dipanggil Tuhan

Sr. Miryam  memiliki kedalaman doa dan devosi kepada Bunda Maria. Di dalam  mengalami penderitaan Suster tidak pernah mengeluh, dan dengan semangat kesederhanaannya suster menampilkan kegembiraan,  baik didalam komunitas, perutusan dan di dalam perjumpaan dengan sesama.

SHARE THIS ON:
COMMENT
Nama :
Comment :