News / Kegiatan Provinsi
7 Mei 2018

MINGGU PANGGILAN 22 APRIL 2018

“THE GOOD SHEPHER SUNDAY”

Hari minggu Paska ke empat di sebut juga hari minggu Gembala yang baik atau yang lebih dikenal dengan sebutan minggu panggilan. Hari yang dinantikan oleh setiap kongregasi untuk berbagi pengalaman kasih dipanggil oleh Tuhan kepada para pemuda-pemudi. Demikian juga seperti yang saya alami. Hari ini kami mengadakan promosi panggilan di Paroki Maria Diangkat ke Surga Palur, Solo. Banyak pengalaman menarik yang saya dan suster saudara alami. Walau hanya singkat saja namun saya yakin dan percaya masing-masing suster, bruder merasa senang. Kami datang dari berbagai kongregasi diantaranya; BM (Bruderan), SND, OSF, SFS, OSU, MASF.

Acara /kegiatan tersebut di awali dengan Misa Kudus yang di pimpin oleh Rm. Andre MSF, dilanjutkan dengan sarapan bersama dan temu minggu panggilan bersama IKHRAR. Acara tersebut diawali dengan doa, sambutan dari dewan paroki setempat, game, animasi dan sharing kelompok berdasarkan kelompok umur/kategorial; Pendampingan Iman Anak (PIA),  Pendampingan Iman Remaja (PIR), dan Orang Muda Katolik (OMK) seperti yang sudah ditentukan oleh panitia. Sr. Maria Paula, SND dan Sr. Maria Clarisa (Novis SND) bersama para suster yang lain di group PIA dan PIR, sedangkan Sr. Maria Venidora, SND di kelompok OMK. Banyak pengalaman hidup yang dapat disharingkan diantara kami dalam menapaki panggilan suci yang telah Tuhan anugerahkan kepada kamia masing-masing; demikian juga berkat, tantangan dan cobaan hidup yang masing-masing kami alami. Yang lebih menarik lagi ketika muncul pertanyaan dari pemuda/pemudi sebagai ujud partisipasi mereka dalam acara tersebut. Dari sharing tersebut banyak tanggapan positif, menumbuhkan harapan muncul benih-benih panggilan yang baru bagi gereja, juga kerinduan mereka mengharapkan kehadiran seseorang yang menjadi idola/model hidup iman mereka. Dalam kotbahnya Rm. Andre mengajak umat untuk senantiasa mensyukuri rahmat panggilan masing-masing. Romo mengingatkan bahwa kami bukan anak adopsi, anak tiri, atau anak kandung. Kami tidak termasuk pada ketiga-tiganya; tetapi kami adalah “ANAK-ANAK ALLAH”, namun sikap hati kami layaknya anak kandung. Apalagi kami sebagai seorang religious tidak hanya sebagai anak Allah, tetapi kami dipanggil secara khusus untuk menjadi agen-agen kerajaan Allah di tengah dunia modernisasi ini. Kehadiran biarawan/biarawati akan mewarnai serta menjadi berkat bagi setiap orang yang kami jumpai atau layani. Seorang gembala yang baik akan selalu menuntun, menjaga domba-domba/kawanannya agar tidak tercerai-berai, mendengarkan dan menghibur mereka. Mempunyai arah serta tujuan yang jelas. Pengalaman tersebut juga menguatkan dan semakin meneguhkan panggilan kami masing-masing. Tataplah masa depan dengan sejuta harapan serta impian; Tuhan akan memberikan.

 

SR. MARIA VENIDORA, SND

SHARE THIS ON:
COMMENT