News / Kegiatan Provinsi
8 Juni 2018

Kucintai dan kupelihara Mutiara Panggilanku

Ketika berani untuk mengosongkan diri dan terbuka dengan bimbingan Roh KudusNYA, yang ada hanyalah rasa syukur akan makna mencintai dan dicintai oleh Allah dan sesama dengan luar biasa, dan bersyukur atas setiap kisah kehidupan yang telah dijalani dengan terus berproses membaharui diri untuk menemukan mutiara panggilan yang diresapi oleh cinta kasihNYA.

Pembaharuan diri inilah yang menjadikan tiap pribadi bisa aktif dan siap melangkah lebih baik lagi meski tak dapat dipungkiri setiap pribadi pasti mempunyai kelemahan dan pernah mengalami keterpurukan akan tetapi dari semuanya itu menjadi sarana untuk berproses untuk menjadi lebih baik lagi, seperti halnya hidup yang juga memerlukan jeda, tak melulu pada kesibukan dan rutinitas saja namun membutuhkan waktu untuk menimba kekuatan rohani baik dalam doa maupun dalam pembaharuan diri.

Tanggal 8 Juni 2018 merupakan hari yang membawa rasa syukur, kebahagiaan dan berkat bagi kami ( Sr Maria Lusia SND, Sr Maria Yanitha SND, Sr Maria Angela SND, Sr Irenia SND, Sr Maria Herlina SND, dan Sr Maria Stefania SND) karena kami diberi kesempatan oleh kongregasi untuk membaharui kaul-kaul kami, maka kami melakukannya dengan hati yang mantap dan terbuka.

Adapun tema Triduum pembaharuan kaul yaitu “ Kucintai dan kupelihara mutiara panggilanku”. Tema itu membantu kami untuk olah batin, refleksi dan renungan, baik dengan bantuan konstitusi, kitab suci maupun dengan symbol/gambar sehingga kami mampu lebih mengendapkan segala pengalaman hidup kami, terlebih saat bergulat dan berjuang mensetia kaul kaul kami sebagai generasi muda yang hidup dalam jaman modern ini.

Bagai Bejana yang dibentuk dengan tanah liat menjadi awal permenungan kami. Renungan ini membantu kami mengendapkan rasa syukur atas cinta yang Tuhan berikan kepada kami dalam menjawab panggilanNYA, dengan dasar cinta Tuhan inilah, kami dibentuk untuk terus memurnikan motivasi kami, dengan hati yang terbuka dan membiarkan Allah sendirilah yang membentuk kami.

Sebagai pribadi manusiawi tentu dalam mensetia kaul-kaul kami ada ombak-ombak kecil dan angin sepoi-sepoi yang menghampiri, yang bisa tanpa sengaja meretakkan bejana yang telah kami bentuk, hal ini tentu akan menimbulkan rasa sakit dan kehilangan, namun melalui semuanya itu, kembali kami diajak untuk bertahan menghadapi ombak-ombak kehidupan tersebut. Berani mengambil pecahan bejana itu untuk menambal dengan balutan kasih Tuhan, karena Dialah Sang Tukang periuk yang akan terus memampukan, menjaga dan memelihara.

Hari berikutnya kami diajak untuk melihat realita dunia sekitar kami yang begitu kompleks dan dinamis, terlebih akan segala keterbatasan yang ada, namun dari keterbatasan itulah kami dimampukan untuk menyukuri pemberianNya dan bergembira akan segala kekurangan kami dan menantang kami untuk berani membagikan segala yang kami miliki dengan hati gembira. Kegembiraan itulah yang membawa kami untuk selalu siap sedia kemanapun kami diutus.

                Dalam Misa pembaharuan kaul di kapel Biara Notre Dame Jakarta. Romo Herman Pr dalam kotbahnya mengajak kami untuk terus memperbaharui hati dengan terbuka pada Roh KudusNya supaya kami menjadi pribadi yang berkarakter, mampu bertindak positif dan setia

Tentu saja pembaharuan kaul kami ini tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa dukungan doa dari para suster, anggota keluarga, rekan kerja, sahabat dan kenalan lainnya, oleh sebab itu kami mengucapkan terima kasih yang berlimpah. Kami juga tetap memohon doa untuk rahmat kesetiaan atas panggilan kami……………………….SOLIDEO

Sr Maria Herlina SND

SHARE THIS ON:
COMMENT